Kamis, 26 November 2009

2010, Pertanian Bisa Lebih Baik

Sektor pertanian diperkirakan tumbuh lebih baik pada tahun 2010. Pertumbuhan sektor yang menyerap lebih dari 40 juta tenaga kerja itu bisa mencapai 4 persen, sementara pertumbuhan industri berbasis pertanian bisa lebih tinggi, yaitu 6 persen.

Hal itu diungkapkan guru besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar, Rabu (25/11) di Jakarta, dalam seminar nasional ”Agribusiness Outlook 2010”.

Menurut Hermanto, pertumbuhan yang relatif tinggi di sektor pertanian dan industri berbasis pertanian itu sangat bergantung pada peran pemerintah, yaitu terutama dalam menyediakan infrastruktur dan insentif fiskal bagi pertanian.

Hermanto berpendapat, insentif berupa sarana produksi tetap harus dipertahankan. Selain juga adanya jaminan harga jual komoditas pertanian.

Terkait infrastruktur, jalan yang harus mendapat perhatian adalah energi skala mikro. Hal ini agar ada kepastian terhadap pasokan energi bagi kegiatan industri berbasis pertanian.

Di sistem perdagangan, Hermanto menyarankan tetap ada proteksi. ”Namun, proteksi yang ada justifikasinya,” katanya.

Selain peran pemerintah, menurut Hermanto, pertumbuhan sektor pertanian juga bergantung pada kondisi ekonomi global dan makroekonomi Indonesia. ”Bila penyerapan APBN memadai, ekspor dan investasi langsung pihak asing pulih pertengahan 2010, serta tidak terjadi dampak perubahan iklim global yang ekstrem, pertumbuhan itu akan tercapai,” ujarnya.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian triwulan I-III 2009 terhadap periode yang sama 2008 adalah 3,4 persen. Adapun pertumbuhan industri pengolahan 1,4 persen.

Konversi lahan

Persoalan yang juga harus diatasi, kata Hermanto, adalah konversi lahan pertanian yang setiap tahun mencapai 100.000 hektar. Selain juga masalah ketidakpastian harga, kelangkaan pupuk, dampak pembangunan pertanian terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pembiayaan.

Menurut Ernest E Bethe III, dari Program Manager Agribusiness International Finance Corporation, China, India, dan Indonesia yang masuk kawasan Pasifik adalah pasar pertanian yang terus berkembang.

Dijelaskan, dari 10 miliar dollar AS dana IFC yang diberikan ke kawasan Pasifik, 20 persen ke sektor pertanian. Di Indonesia dari 700 juta dollar AS, sekitar 15 persen masuk ke pertanian.

Adapun terkait industri berbasis pertanian, menurut Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri Deptan Agus Wahyudi, yang memiliki prospek relatif bagus adalah industri bahan bakar nabati.

Ada tiga komoditas perkebunan unggulan yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku BBN, yaitu tanaman kemiri sunan dengan lahan penanaman 8 juta hektar, jarak pagar (5,8 juta hektar), dan sawit (11 juta hektar).

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia Thomas Sembiring menyatakan, yang penting adalah seberapa besar dampak pertumbuhan sektor pertanian pada peningkatan daya beli dan penyerapan tenaga kerja. (MAS)


Sumber :

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/26/03545862/2010.pertanian..bisa..lebih.baik.

26 November 2009

0 komentar:

Poskan Komentar