AGRA menekankan agar Indonesia berjuang di pihak negara-negara berkembang. Melalui konsorsium G33, negara-negara berkembang anggota WTO menginginkan perlakuan khusus sebagai produk spesial (special product) dan mekanisme safeguard khusus (special safeguard mechanism). Terlepas dari dua usulan tersebut, Erpan menekankan sektor pertanian tetap terancam dalam AoA karena poin pengurangan subsidi dan proteksi.
Menurut Erpan, keputusan mengenai sektor pertanian di WTO akan berdampak ke sektor perindustrian dan jasa. Sektor pertanian, ingatnya, berpengaruh pada angkatan kerja dan pengangguran. "Sekitar 2 miliar dari 3,1 miliar masyarakat dunia bergantung secara langsung pada pertanian," tandasnya.
Rabu (25/11), AGRA berencana menggelar aksi menolak perundingan AoA di WTO. Ia berharap delegasi Indonesia akan tetap memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di Genewa, Swiss nanti. c87/kpo
Sumber :
http://www.republika.co.id/berita/91508/Pemerintah_Didesak_Lindungi_Pertanian_di_WTO#
24 November 2009
0 komentar:
Poskan Komentar