Kamis, 26 November 2009

Pemerintah Didesak Lindungi Pertanian di WTO

Pemerintah didesak melindungi pertanian dalam forum World Trade Organization (WTO). Hal ini disampaikan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyongsong kesertaan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Menteri di Genewa, Swiss akhir November ini. "Agreement of Agriculture (AoA) mengancam kepentingan petani, sebab memotong subsidi dalam negeri dan ekspor. Kita sudah kalah sejak awal jika mengikuti hal ini," papar Sekretaris Jenderal AGRA, Erpan Faryadi, di Jakarta, Selasa (24/11).

AGRA menekankan agar Indonesia berjuang di pihak negara-negara berkembang. Melalui konsorsium G33, negara-negara berkembang anggota WTO menginginkan perlakuan khusus sebagai produk spesial (special product) dan mekanisme safeguard khusus (special safeguard mechanism). Terlepas dari dua usulan tersebut, Erpan menekankan sektor pertanian tetap terancam dalam AoA karena poin pengurangan subsidi dan proteksi.

Menurut Erpan, keputusan mengenai sektor pertanian di WTO akan berdampak ke sektor perindustrian dan jasa. Sektor pertanian, ingatnya, berpengaruh pada angkatan kerja dan pengangguran. "Sekitar 2 miliar dari 3,1 miliar masyarakat dunia bergantung secara langsung pada pertanian," tandasnya.

Rabu (25/11), AGRA berencana menggelar aksi menolak perundingan AoA di WTO. Ia berharap delegasi Indonesia akan tetap memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di Genewa, Swiss nanti. c87/kpo


Sumber :

http://www.republika.co.id/berita/91508/Pemerintah_Didesak_Lindungi_Pertanian_di_WTO#

24 November 2009

0 komentar:

Poskan Komentar